Bermain bersama

Hello imajinasi,

img_0763

“Kapal oleng, kapten… kapal oleng”

Memberi kebebasan anak bermain diluar rumah adalah pilihan sulit saat ini, mendidiknya pun gak segampang dulu. Namun biarkan saja. Biarkan mereka belajar dengan alam – kebebasan mencipta kreativitas, jawaban kita dari pertanyaan aneh yang keluar dari mulit kecil mereka adalah ilmu.

Untuk pantai dan laut adalah ruang kelas versi baru yang harus mereka masuki, biarkan mereka belajar tentang asinnya air laut, biarkan mereka terobang-abing ombak. Pasir pantai yang mereka injak, akan memberi terapih di kaki, menambah kepekaan rasa bagian bawah diri, untuk selalu mengingat dan rendah hati. Kita hanya perlu mengawasinya.

Yah, pada setiap perjalanan tak selalu bahagia dan kesenangan yang didapat, derita dan proses untuk ketujuan adalah satu paket yang harus kita alami. Tapi filosofi-nya untuk mengajarkan apa yang telah kita lalui sekarang, kan menjadi bekal hidup kita nanti.

Kapten : yang bener oleng !, miring kali…

Bocah : iya, miring ke kiri

Kapten : coba ibunya suruh geser duduknya, ketengah dikit.

Bocah : ooo, ibu sih….

Ibu *lempar sendal

Toraja

Hello Toraja,

Saat kita berjarak dari rumah. Ada suatu rindu yang terasa. Rindu untuk menikmati kasur, rindu walau hanya memasak mie instan pake telur, dan rindu lainnya.

Tapi perjalanan mengajarkan kita, bahwa rindu didik untuk bisa ditahan, karena selepas rindu itu terobati, rasa syukur lah yang seharusnya terucap.

Syukur bahwa kita kembali pulang.

Kematian di tanah ini memiliki arti mendalam, beproses dan harus dibayar mahal. Rambu solo sebuah upacara adat untuk mengantar almarhum ke alam berikut. Dengernya saja sudah capek.

Sama halnya klau anda kesini, piknik kami memang tak direncanakan. Bermainnya kejauhan – sampe harus kesini. Yah mahlum aja. Semoga anda tak ikut capek membayanginya.

Butuh 9 jam perjalanan darat – one way… kali dua, udah berapa? Jarak makassar – tanah toraja kurang lebih 390 km, kali dua lagi. Yah itulah yang kita lakukan hari ini. Kebayangkan!

Kalau yang ini, Harga sebuah pengalaman, jadi tahukan.

Ini Gue, Lue?Β 

Hello hidup keren, menurut lue?

Malam minggu kemarin, saya ngajak ketemu seorang partner bisnis – kata saya “Dikedai kopi juga boleh, saya hanya ingin ngobrol sambil ngopi, cukup buat kita”. Tapi ia merekomendasikan di suatu restoran di area kemang. OK lah….

Seberjalannya hidup, dari waktu ke waktu. Saya rasa Tuhan baik banget yah. Harusnya saya lebih banyak bersyukur. Minta ini-itu pasti Tuhan selalu kabulkan. Hingga bisa dibilang, cukuplah. Pengen itu ada ini, lagi begini kok bisa begitu. 

Satu menit pertama ketemu, nada bicara saya sudah ketus, meninggi, dan straightforward. Beruntung partner saya sabaran orangnya. Sampai pada detik terakhir – pembicaraan kami serius. Nyalis lebih dua jam kami habiskan sampai menjelang restoran tersebut tutup malam itu.

Saat ini memang saya tidak banyak bermimpi, segala sesuatunya lebih banyak saya praktekkan dari pada saya pikirkan. Ingin nulis yah saya nulis, ingin baca yah saya baca, ingin marah saya marah, semua terlihat objektip dari pada subjektip saat ini.

Kini partner saya mengerti apa yang kita bicarakan, dan seketika semuanya berubah *sampai detik ini pastinya. Dan ketika pulang menunggu taxi – saya berkata : next bicarakan bisnis jangan di tempat seperti ini yah. Sumpah gak keren. Hehehe

Sekarang, saya di pantai. Mempraktekkan kesunyian, ketenangan hidup, membaca, menulis, ahhh semuanya terlihat keren dimata saya. Oh yah satu lagi menurut saya : Saat sunsethari ini, cuman duduk sambil ngembat nasi bungkus pake tangan.. Ini warbiasa keren.

Ke Jogja aja

Hello 2 Desember,

Bukan gak mau masuk surga, karena gak ikut demo di Jakarta. Bukan gak mau kerja juga karena kantor ada di daerah thamrin. 

Tapi serius deh. Hidup itu kan pilihan, untuk bisa bahagia dikit aja harusnya kita bersyukur… Oo gitu? ” iya, ini coba belajar, walau dimulai dengan belajar ngepak barang bawaan-belajar mencari kedamaian-belajar membawa bekal- yah materi kan gak di bawa modar yah” πŸ˜….

Sekali lagi, bukan gak mau masuk surga, bukan gak mau masuk kantor… Tapi memilih untuk menikmati waktu dan menghindari keramaian Jakarta, bolehkan ? πŸ€“

#LiburankuTolongjanganGanggu, 420

#don’tLIKE *karena gw gak berani kasih garansi loe biar bisa masuk surga klau ngeLIKE

Lihat kebun Ku

Hello tamanRaya,

‘Liburan tak harus kemana dan dimana’ – buka pikiran Anda.

Bisa jadi – kemarin, rumput saya lebih hijau dari rumput tetangga – tapi bisa jadi tidak sekarang ini. *dalam arti sebenarnya. 

Mahlum, kemarin banyak waktu saya tuk merawatnya – tapi sekarang, menyapa pun jarang. Dan mumpung ada waktu, kenapa tidak kembali tuk menyapanya… rimbun dan lebat daunnya. Taman ku kini menjelma hutan kecil. Ada kupu-kupu, burung kecil dan bahkan kodok menghuninya. 

Ini saatnya berlibur, kemana kek.. dimana kek… kan liburan. 

Bukannya berliburan itu hanya untuk menyenangkan diri. Walau di taman belakang cukup membuat kita senang, artinya kita sedang berlibur bukan?.

Hey Mikko, how are you… bisa jadi klau ia bisa berbicara – dia akan menjawab ‘no good, Man’. Hehehe. “Kapan terakhir kita piknik yah, Mik…”  

Bisa jadi memang tak harus kemana dan dimana untuk berlibur. Cukup lah kita gelar kain piknik, seduh kopi, berteman rambutan plus bacaan. Saatnya berlibur – kita mulai sekarang. Gampang, kalau bosan – tinggal pindah tempat besok atau lusa. Asal #liburankuJANGANGANGGU

‘Dan ternyata bukan rumput tetangga yang bisa jadi lebih hijau, tapi kitalah yang beperan,berpikir dan bertindak untuk apa yang akan kita peroleh’.


​​

Ending andΒ 

Hello Warnet,

Sepuluh tahun kurang 4 bulan, yap. Selama itu saya menjadi pegawai WarnetJKT. Waktu yang lumayan yah? πŸ˜….

Ada banyak pertanyaan untuk diri ini, seperti ; perlukah saya bekerja sebagai penjaga warnet? – kalau tidak bekerja, apakah saya punya uang? – Apa benar, dengan bekerja di warnet saya dengan mudah mendapat uang? – apakah hanya demi Uang saya bekerja di warnet? 

OK, kalau semuanya karena ‘UANG’

‘Bisakah saya tidak bekerja, tetapi dapat uang ?’

Apakah uang datang kalau saya hanya bekerja, dan kalau tidak punya uang, saya perlu mencari pekerjaan ?

Saya berpikir ulang, bahwasanya menjadi penjaga WarnetJKT, memang mendapat uang, tapi kenyataanya itu hanya untuk ‘menyambung hidup’. Di akhir bulan, uang saya habis lagi, dah saya bekerja lagi. Begitu roda kehidupn saya. 

Uang didapat dengan bekerja – Nggak kerja, ya nggak dapat duit.

Ahhh, persetan dengan uang, apa dengan saya memiliki banyak uang akan bahagia? Bekerja di warnet atau tidak, punya uang atau tidak. Toh intinya saya harus menjalani kehidupan ini, mencari kebahagiaan, tetap tersenyum dan besyukur untuk segala yang diberi oleh Nya.

Saya tidak perlu menjadi pengusaha untuk kaya raya, tak perlu modal besar untuk bisa sukses. Bahkan, bisa jadi cukup dengan bersantai dan tetap mengerjakan apa pun yang saya suka – karena saya berhak bahagia mesti tetap dengan profesi sebagai penjaga WarnetJKT.

Menjadi penjaga warnet yang tidak pernah dapat training kerja atau ilmu tambahan sekalipun merupakan sebuah matriks yang rumit, yang seharusnya tidak perlu dipikirkan, tetapi dijalankan. Untuk menjadi cerdas dan kreatif bukan hanya dibutuhkan itu. Berbahagialah saya karena memiliki komitmen dan ide yang terlatih. Karena sehebat apa pun orang lain, sekreatif apapun mereka, kalau tidak berguna buat apa !.

Jadi sekarang, cukuplah waktu setahun ini – bergegaslah – tutup leptop. Tak perlu bekerja terlalu keras, manfaatkan waktu, berliburlah, karena biasanya mereka yang benar-benar menikmati waktu berlibur dengan lepas dan enjoy – dia lah orang yang kreatif dan menghasilkan, serta bersyukur karena tahu diri dan pandai membagi waktu.
Selamat berlibur….

Resolusi 2017

Hello Resolusi 2017,
Gak mau muluk mimpi terbang tinggi, karena kalau jatuh rasanya *gedubrak, pasti sakit.


​​​
​
Jadi begini aja – tahun 2017 bikin simpel tapi tetap incredible. Checklist : 

– jadi pegawai baru muka lama di taman bermain baru.

– 1Q,2017 pastikan ngeblock schedule trip tuk berkunjung ke INDIA.

– Pengen punya mainan baru yang handmade leather good, ada yang suka sama produk kulit gak?.

– Sepertinya bikin warung kopi pinggir pantai seru nih.

– Main ke Makkah lagi, pengen bangettt tahun ini – do’a in yah πŸ™πŸ».

– Untuk urusan dunia dikurangi – untuk urusan akhirat ditambah keimanannya.

– Kesahatan harus tetap terjaga. Lemak… Go away.

So, tetap semangat untuk menjalani hidup di tahun 2017 🀝✊️πŸ’ͺ