Hello hidup keren, menurut lue?

Malam minggu kemarin, saya ngajak ketemu seorang partner bisnis – kata saya “Dikedai kopi juga boleh, saya hanya ingin ngobrol sambil ngopi, cukup buat kita”. Tapi ia merekomendasikan di suatu restoran di area kemang. OK lah….

Seberjalannya hidup, dari waktu ke waktu. Saya rasa Tuhan baik banget yah. Harusnya saya lebih banyak bersyukur. Minta ini-itu pasti Tuhan selalu kabulkan. Hingga bisa dibilang, cukuplah. Pengen itu ada ini, lagi begini kok bisa begitu. 

Satu menit pertama ketemu, nada bicara saya sudah ketus, meninggi, dan straightforward. Beruntung partner saya sabaran orangnya. Sampai pada detik terakhir – pembicaraan kami serius. Nyalis lebih dua jam kami habiskan sampai menjelang restoran tersebut tutup malam itu.

Saat ini memang saya tidak banyak bermimpi, segala sesuatunya lebih banyak saya praktekkan dari pada saya pikirkan. Ingin nulis yah saya nulis, ingin baca yah saya baca, ingin marah saya marah, semua terlihat objektip dari pada subjektip saat ini.

Kini partner saya mengerti apa yang kita bicarakan, dan seketika semuanya berubah *sampai detik ini pastinya. Dan ketika pulang menunggu taxi – saya berkata : next bicarakan bisnis jangan di tempat seperti ini yah. Sumpah gak keren. Hehehe

Sekarang, saya di pantai. Mempraktekkan kesunyian, ketenangan hidup, membaca, menulis, ahhh semuanya terlihat keren dimata saya. Oh yah satu lagi menurut saya : Saat sunsethari ini, cuman duduk sambil ngembat nasi bungkus pake tangan.. Ini warbiasa keren.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s