Hello Berkelana,

karena lelah ku tak letih mencari mu

Dulu, Saat saya memutuskan keluar dari rumah, saya masih mengingatnya – sore itu berpamitan, di kamar orangtua saya, selepas ashar. Didudukan pada keadaan layaknya seorang anak disidang.

Saat saya berucap ingin bebas, saya masih mengingatnya – raut muka mereka sore itu. Yang biasa-biasa saja, tanpa merasa kehilangan dan kecewa.

Saat beliau memberi ijin – saya masih mengingatnya. “Pergilah, liatlah dunia disana sampai cukup waktu kamu untuk pulang.”

Saat beliau melepas saya – saya masih mengingatnya. “Jalanilah, apa yang menjadi tujuan hidup mu dan jangan pernah mengeluhkannya.”

Saat saya berucap ijin dan saat beliau mengijinkannya – disanalah awal berkelana dimulai.

Sekarang, saatnya waktu untuk kaki berhenti melangkah, sudah saatnya pulang karena saya telah menemukan arah. Namun masih ada yang saya keluhkan atas hidup ini… Setiap saya pulang, tak terlihat kalian di kamar itu, kamar yang dulu selalu saya ketuk pintunya. Dimana kalian?

Pada kalian ingin saya ceritan apa saja yang saya telah liat di luar sana, tentang kebenaran yang kalian beritahu dulu, tentang segala ketersesatan dalam perjalanan yang kata kalian “memang tak perlu dikhawatirkan, pasti ada jalan”.

Dimana kalian…mungkin klau dulu kalian beritahu saya, bahwasannya bukan hanya saya yang ingin pergi, saya tak aka minta ijin untuk keluar dari rumah. Namun, kini kalian tlah pulang menghadap Nya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s